AN INCONVENIENT TRUTH, AL GORE DAN PEMANASAN GLOBAL

Posted on January 5, 2009. Filed under: Global Warming, News, Pemerintah, Solusi, Usaha Mengatasi Global Warming | Tags: |

AN INCONVENIENT TRUTH, AL GORE DAN PEMANASAN GLOBAL

=========================================

an_inconvenient_truth1

Dikutip dari berbagai sumber

An Inconvenient Truth adalah sebuah film dokumenter tentang pemanasan global yang dibintangi oleh Al Gore dan disutradarai oleh Davis Guggenheim. Film ini juga menceritakan sisi lain dari Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat pada era Bill Clinton. Film ini mencetak rekor pendapatan pada hari pertama untuk sebuah film documenter. Dan merupakan film dokumenter terlaris ketiga di Amerika Serikat setelah Fahrenheit 9/11 dan March of the Penguins.
Dalam An Inconvenient Truth, diceritakan global warming menyebabkan berbagai permasalahan dunia. Permukaan air laut perlahan naik sampai menelan pantai timur Amerika. Gedung pencakar langit World Trade Center (yang sempat dibom 11 September 2001) bahkan ikut tenggelam. Ini memang baru simulasi komputer dalam film itu.Dalam. Tetapi berkat itu semua topic global warming yang biasanya bagi sebagian orang membosankan, Al Gore mampu menyajikan topik baik dan mudah dicerna orang awam dan tidak membosankan.
Dalam urusan pemanasan global, Amerika Serikat adalah negara yang ‘kontribusi’-nya paling banyak, tak kurang dari 25% produksi karbondioksida dunia berasal dari Amerika Serikat. Salah satu penyebabnya adalah di sana isu pemanasan global masih saja menjadi polemik, antara lain akibat pemberitaan yang tidak berimbang di media massa serta lobi politis dari pihak-pihak yang tidak pro lingkungan. Al Gore yang juga merangkap sebagai salah satu direktur Apple Corporation dan penasihat Google ini dapat menjelaskan dengan baik bahwa pemanasan global sedang terjadi dan hal tersebut berbahaya bagi masa depan umat manusia.
Gore memberi contoh misalnya volume gletser yang menurun di berbagai tempat di dunia, badai Katrina, rata-rata suhu yang panas di berbagai kota di dunia, bencana kekeringan, penipisan es di Artik, serta luas daratan yang berkurang jika es di Antartika atau Greenland mencair.
Dalam beberapa kesempatan, Gore juga menceritakan kehidupan pribadinya, bagaimana hal-hal yang terjadi pada kehidupannya membuat beliau menjadi seorang pejuang lingkungan. Pertama kali Gore mengetahui pemanasan global adalah dari Roger Revelle, pengajarnya sewaktu kuliah dan salah satu orang yang pertama kali mempelajari pemanasan global.
Gore juga menceritakan rasa frustasinya ketika menghadapi senat Amerika Serikat, sebelumnya dia yakin jika kongres akan sama-sama terkejut jika mengetahui fakta pemanasan global, tetapi kenyataannya tidak sama sekali. Dan setelah kekalahan tipisnya dari George W. Bush pada pemilu Amerika Serikat, Gore memilih untuk pergi dari kota ke kota untuk membicarakan isu lingkungan.
Ketidakberdayaan Amerika Serikat dalam menghadapi isu lingkungan juga menjadi salah satu topik yang dibahas. Film dokumenter ini mengutip ucapan Ronald Reagan, mantan presiden Amerika Serikat:
“A number of very reputable scientists have said that one factor of pollution is oxygen nitrogen from decaying vegetation. This is what causes the haze that gave the big smoking ???”
Atau George Bush, juga mantan presiden Amerika Serikat dan ayah dari presiden Amerika Serikat yang sekarang:
“This guy (Al Gore) is so far off the environmentalist extreme we’ll be up to our neck in owls and out of work for every American.”
Atau Jim Inhofe, salah satu senator Amerika Serikat:
“Global warming is the greatest hoax ever perpetrated on the American people.”
Setelah serangan 9/11, Amerika Serikat bersumpah bahwa tidak akan ada serangan seperti itu lagi. Al Gore dengan baik memperagakan apa yang akan terjadi seandainya es yang ada di Greenland atau Antartika mencair: bangunan World Trade Center Memorial akan dikelilingi air.
Gore juga membantah miskonsepsi bahwa belum ada kesepakatan tentang pemanasan global di antara para ilmuwan dengan mengutip penelitian kontroversial Naomi Oreskes pada tahun 2004. Oreskes mencari jurnal ilmiah dengan kata kunci ‘global climate change’ dan menemukan 928 jurnal. Dari sejumlah jurnal tersebut sama sekali tidak ada yang berbeda pendapat dengan pendapat mainstream tentang pemanasan global. Sebaliknya, pada penelitian yang lain, dari 636 artikel tentang pemanasan global di media massa populer, 53% di antaranya berpendapat bahwa belum ada kesepakatan tentang pemanasan global di kalangan ilmuwan.
Kemudian Gore juga memberitakan kasus Philip Cooney tahun 2003. Waktu itu Cooney yang menjabat sebagai staff Gedung Putih tentang lingkungan menerima memo dari EPA tentang pemanasan global. Bukannya memberitakan memo tersebut apa adanya, dia memodifikasinya sehingga artinya berbeda. Insiden ini kemudian diketahui oleh New York Times. Cooney kemudian mengundurkan diri dan beberapa hari kemudian langsung bekerja untuk Exxon-Mobil.
Alasan klasik pemerintah Amerika Serikat dalam isu lingkungan adalah bahwa memperhatikan lingkungan akan mempengaruhi perekonomian. Al Gore menanggapi isu ini dengan menggunakan analogi bumi dan emas. Mana yang harus kita pilih jika disuruh untuk memilih: emas atau bumi? Emas tidak berarti jika kita tidak memiliki bumi.

Umat manusia hidup dalam bom waktu. Jika mayoritas ilmuwan di dunia ini benar, maka manusia hanya mempunyai waktu sepuluh tahun untuk menghindari bencana luar biasa yang membawa planet bumi kepada pengrusakan termasuk iklim cuaca, banjir, masa kekeringan, wabah dan gelombang panas mematikan melebihi apa pun yang pernah kita alami
Global warming akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali: Afrika akan mengalami kekeringan, Asia akan mengalami banjir, Amerika akan mengalami badai dan tornado, serta seluruh dunia akan mengalami dampak naiknya air laut. Semua ini akan menghancurkan Bumi dan diperkirakan 100 juta orang lebih bisa terancam.
Kenapa tidak begitu terasa? Analogi menarik dipaparkan film ini. Bila kodok dimasukkan dalam air mendidih, ia akan melompat kembali keluar. Namun, bila kodok dimasukkan dalam air yang normal kemudian perlahan dipanaskan, kodok itu tak akan melompat keluar. Ini sama dengan manusia yang tidak merasa khawatir akan pemanasan Bumi, padahal Bumi terancam.
Jika itu semua nampak seperti ramuan masa suram dan malapetaka – pikirkan kembali. Inconvenient Truth menuangkan argumen persuasif dan mempesona Al Gore yang tidak dapat lagi kita berikan untuk menggambarkan situasi global sebagai persoalan politik – nampaknya, merupakan tantangan moril terbesar terhadap peradaban global manusia.

======================================

AN INCONVENIENT TRUTH, AL GORE DAN PEMANASAN GLOBAL

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: